Sampai dengan saat ini perjuangan para penyandang disabilitas dalam menghadapi stigma bermacam-macam.
Kita semua harus turut mendukung kampanye kesadaran dan upaya melawan stigma terhadap semua ragam disabilitas, salah satunya terhadap penyandang down syndrome.
Penyandang down syndrome, sebagai salah satu ragam disabilitas, sering sekali dianggap stigma buruk dan keliru karena dianggap sebagai orang dengan gangguan kejiwaan.
Tentu saja ini sangat keliru dan tidak benar. Akibatnya, para penyandang disabilitas tidak mendapat kesempatan yang sama seperti masyarakat non-disabilitas lainnya dalam berbagai aspek.
Seiring dengan berjalannya kampanye pada Hari Kusta untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi yang sering dialami para penyandang Kusta dan down syndrome. Kampanye ini diangkat bertepatan dengan peringatan hari down syndrome sedunia yang dirayakan setiap tanggal 21 Maret.
Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai perjuangan para penyandang disabilitas dalam menghadapi stigma dan diskriminasi. Sudah dibahas di Ruang Publik KBR yang telah saya simak di 100 radio jaringan KBR di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, dan 104.2 MSTri FM Jakarta. Berikut ini sedikit kesimpulan dari perbincangan tempo hari.
Dengan Narasumber :
1. dr. Oom Komariah, M.Kes – Ketua Pelaksana Hari Down Syndrome Dunia (HDSD)
2. Uswatun Khasanah – Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK)
Pertama-tama akan dibahas mengenai Kusta. Menurut Uswatun Khasanah Kusta merupakan penyakit yang menyerang syaraf kulit, dosebabkan olah mocrobakteri.
Kusta ada 2 jenis yaitu kusta kering dan kusta basah. Untuk pengobatannya juga bermacam-macam, penanganannya pun berbeda. Dipastikan harus rajin olahraga, makan makanan bergizi, pola hidup sehat dan tentunya konsumsi obat yang dianjurkan.
Beliau cukup mengalami stigma dari lingkungan sekitarnya. Inilah yang harus diperhatikan. Namun dengan kepercayaan dan usaha kerasnya beliau bisa sembuh dan bangkit dengan semangat baru.
Kemudian akan dibahas mengenai Down Syndrome menurut penjelasan dr. Oom Komariah, M.Kes, sebagai ketua POTADS (Persatuan Orang Tua, Anak dengan Fown Syndrome). Down Syndrome dulu kerap di anggap sebagai penyakit kejiwaan, sehingga membuat orang tua xenderung untuk menarik diri dari lingkungannya. Inilah stigma yang salah mengenai Down Syndrome yang mungkin penjelasannya belum dapat dimengerti sepenuhnya oleh masyarakat luas.
Akibat dari stigma yang seperti ini dapat mempengaruhi perkembangan anak yang mengalami Down Syndrome .Biasanya banyak masalah yang timbul akibat stigma tersebut. Mereka mengira anak Down Syndrome tidak dapat melakukan apa-apa, dan tidak memiliki masa depan. Tentu anggapan ini keliru dan salah besar.
Karena informasi mengenai Down Syndrome masih sangat kurang, maka didirikan sebuah komunitas yang bisa mendukung orang tua dengan anak Down Syndrome. Bertujuan untuk memberdayakan anak dan orang tua agar dapat mengembangkan dan mamaksimalkan potensinya. Ada banyak pelatihan dan kegiatan yang dapat diikuti anak-anak di Rumah Ceria Down Syndrome. Seperti bermain musik, berbagai macam olahraga, dan lain-lain.
Anak-anak Down Syndrome biasanya cenderung lemah sehingga harus ada stimulasi yang ekstra, tentunya dari para orang tua. Salah satunya dilakukan terapi. Disarankan terapinya diulang kembali dirumah agar anak terbiasa dengan ototnya yang lemah agar selalu dilatih untuk menjadi lebih kuat dan ada peningkatan yang baik.
Memang lebih baik para orang tua dari anak Down Syndrome bergabung dengan suatu komunitas yang sama agar dapat saling sharing dan berbagi informasi sehingga bisa saling menginspirasi dan memotivasi antar mereka.B egitu juga dengan anak penyandang Down Syndrome agar memperbanyak kegiatan agar bisa saling menyemangati.
Untuk melawan stigma yang negatif harus dilawan dari diri kita sendiri. Harus bisa mengoptimalkan anak penyangdang Down Syndrome. Oramg tua harus lebih semangat untuk mengarahkan anak untuk menemukan bakatnya.
Harus ada sosialisasi ke masyarakat mengenai pengertian dan pemahaman Down Syndrome agar masyarakat tidak berstigma negatif. Bagi para penyandang Kusta & Down Syndrome tunjukkan pada dunia bahwa kalian bisa melawan dunia, namun harus dimulai dari diri sendiri. Dibuktikan dengan kesembuhan jika sebumnya kita mengalami penyakit Kusta atau bakat yang kita punya dapat kita tunjukkan.
Kita harus selalu semangat dan percaya diri dengan diri kita. Bergabung dengan komunitas merupakan salah satu langkah yang dapat membuat para menyandang Kusta, Down Syndrome, atau yang lainnya yang pernah mengalami stigma & diskrimasi agar dapat semangat dan percaya diri.
Bila masyarakat atau para orang tua yang memerlukan informasi terkait POTADS bisa melalui nomor kontak admin POTADS di 081296237423



No comments:
Post a Comment